Kamis, 04 September 2008

Yang Tak Terulang


Jika Anda seorang ibu yang memiliki bayi kecil, pada saat yang sama juga memiliki kesibukan dan tanggung jawab yang besar di luar rumah, sehingga Anda sering stres. Stres dalam membagi waktu, tenaga, maupun perhatian. Seorang bayi sangat tergantung, baik secara fisik maupun psikis, pada Anda sebagai ibunya. Dengan demikian, wajar jika dia menangis dan menjerit tatkala Anda tinggalkan.

Bagi seorang ibu, bayi membuatnya menjadi memiliki keterbatasan ruang gerak di luar. Mungkin sebagian ada yang merasa begitu banyak "kesempatan emas" dan peluang yang terbuang percuma untuk mendapatkan banyak hal, baik berupa materi maupun prestasi. Seorang wartawati internasional bahkan menggugat nasib wanita yang harus menjadi larva untuk bayinya.

Mungkin Anda bingung bagaimana melepas ketergantungan yang begitu besar. Mungkin juga Anda kesal dan marah, dan ingin segera mengakhiri masa-masa itu, berharap sang anak lekas besar.

Tapi sesungguhnya ada sesuatu dibalik itu semua. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang memiliki skala ketergantungan fisik yang paling lama dengan induknya. Manusia juga adalah satu - satunya spesies yang memiliki dan mampu mewariskan budaya. Oleh karena, menurut para antropolog, anak selain secara fisik lekat untuk mendapatkan kasih sayang, makanan, juga memungkinkan proses pewarisan budaya berlangsung dengan lengkap dan mendalam.

Ketika anak menjadi matang secara biologis, ketergantungan fisik berhenti, namun proses ketergantungan sosial dan psikologis justru terus berlangsung. Anak secara khas dan berkesinambungan terus belajar mengenali ciri-ciri penting dari budayanya. keterikatan ini memungkinkan terjadi pewarisan budaya secara substansial.

Selama dua tahun menyusui, anak tak sekedar mendapatkan air susu, namun juga mendapatkan pelajaran bertutur, bertindak, berekspresi, dan juga belajar berkasih sayang dan mencintai. Ketika anak masih lengket itulah merupakan saat yang tepat bagi kita sang ibu untuk melakukan banyak hal.

Ketika mulai menyusui, bacaan doa kita akan didengar oleh anak. Saat kita menggendong sambil makan, maka cara makan kita akan dipelajari dan diikuti oleh anak. Maka berhati-hatilah, berkata, bersikap dan berbuat, karena saat itulah kita tengah mewariskan berbagai hal mengenai kehidupan. Kalau kita sering marah, menggunjing dan mencela, besar kemungkinan kelak anak kita akan mewarisi kebiasaan itu.

Ketika anak kita besar kelak, tak banyak yang bisa kita lakukan. Mereka telah memiliki dunia sendiri. Kita tak bisa memberikan pengaruh sebesar ketika mereka masih kecil. Teman-teman, sahabat karib, kerabat sekolah, dan lingkungan sekitarnyalah yang akan lebih banyak mengajarinya.

Suatu saat kita ingin selalu berdekatan dengan mereka, ingin ditemani, ingin bercengkrama, dan bercanda bersama. Namun sayang, mereka sudah memiliki lingkungan lain dan mempunyai segudang aktivitas dan kesibukan. Kita tidak bisa memaksanya dan kita pun tak mampu menahan kepergiannya.

Oleh karena itulah, ketika mereka masih kecil, ketika Anda hampir tak bisa kemana-mana, syukurilah. Saat itulah saat keemasan untuk memberikan pendidikan dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik. Nikmatilah, karena saat itu adalah masa yang tak akan terulang lagi bagi kehidupan Anda.

* Islamic Chicken Soup For The Soul : "Smart Choice. Suara Hati Seorang Ibu Berbagi Pengetahuan dan Pengalaman"


# NIKMAT AQIQAH #
Profesional Sesuai Syari'ah
Jl Harvard No 8 Simogunung Surabaya 60255.
Hotline : 031.725.11.000;031.5666.466

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat