Selasa, 21 Oktober 2008

Belajar Menghargai Anak


Banyak orang tua saat ini masih cenderung mengedepankan konsekuensi logis (hukuman) dibandingkan dengan penghargaan dalam mendidik anak-anaknya. Padahal penghargaan mempunyai pengaruh positif bagi anak dalam jangka panjang. Selain itu, penghargaan terhadap anak yang dilakukan dengan cara yang tepat akan memberikan manfaat yang lebih banyak bagi orang tua. Dengan penghargaan, anak akan mempunyai konsep diri yang baik. Motivasi yang muncul adalah motivasi positif dan ia lebih mudah menghargai kebaikan orang lain.

Namun, penting untuk diperhatikan. Ternyata ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang tua di dalam memberikan penghargaan kepada buah hatinya, apa saja ?

A. Orang Tua Cenderung Berorientasi Pada Hasil Dan Kurang Melihat Proses.
Acap kali penghargaan diberikan kepada tingkatan hasil yang diperoleh anak bukan pada keberhasilan anak melewati seluruh proses sehingga ia berhasil

B. Penghargaan Tidak Bersifat Pribadi Sehingga Anak Kurang Merasakan Penghargaan Tersebut Secara Individual.

C. Penghargaan Selalu Berupa Hadiah Barang.
Kita seringkali memberikan penghargaan hanya berupa barang, padahal masih banyak cara yang bisa kita berikan, misalnya dengan memberi penghargaan secara verbal. Ucapan yang tulus akan mampu menyentuh jiwa anak. "Terima kasih, kamu hebat, anak mama memang shalih dsb." Bisa juga dengan isyarat tubuh, seperti membelai, mencium dsb.

Berangkat dari kesalahan diatas, lalu bagaimana cara memberi penghargaan yang tepat dan efektif kepada si kecil ?
  • Penghargaan Harus Bersifat Pribadi.
Sebuah penghargaan mungkin berpengaruh untuk seorang anak tetapi tidak untuk yang lainnya. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan kebiasaan pribadi masing-masing anak.
  • Penghargaan Diberikan Setelah Sebuah Perilaku dilakukan.
Penghargaan yang diberikan sebelum perilaku akan menjadikan anak tidak melakukannya dengan memuaskan.
  • Penghargaan Lebih Diberikan Langsung Sesudah Perilaku Dilakukan Oleh Anak.
Menunda pemberian penghargaan akan menghilangkan momen yang baik bagi pembangunan konsep diri anak.

  • Perbaikan Harus Mendapat Penghargaan.
Seringkali orang tua hanya berorientasi pada munculnya perilaku baru dan tidak pada perbaikan-perbaikan dari perilaku yang telah ada.
  • Penghargaan Perlu Variasi.
Karena penghargaan yang awalnya sangat bernilai mungkin menjadi kurang efektif lagi di kemudian hari.
  • Penghargaan Hendaknya Mudah Dicapai Anak.
Penghargaan yang dicapai dengan mudah akan membuat anak termotivasi untuk melakukan perilaku tersebut berulang kali. Tinggal orang tua membuat perpindahan motivasi anak, dari mendapatkan penghargaan menjadi motivasi untuk menikmati hasil perilaku baiknya tersebut.
  • Penghargaan Harus Diberikan Dengan Penuh Keikhlasan.
Bukan karena tekanan dari anak untuk mendapatkan suatu penghargaan.


# NIKMAT AQIQAH #
Profesional Sesuai Syari'ah
Jl Harvard No 8 Simogunung Surabaya 60255.
Hotline : 031.725.11.000;031.5666.466

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat