Selasa, 19 Juli 2011

Tata Cara AQIQAH

Masih sering muncul pertanyaan yang diajukan kepada kami terkait tata cara aqiqah terutama terkait kapan waktu pelaksanaan aqiqah yang terbaik menurut syariat Islam.


Oleh karena itu, maka merujuk pada hadits yang berasal dari Samurah ibn Jundab R.A Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan aqiqah untuknya.”

Jadi, berdasarkan hadits tersebut maka pelaksanaan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh. Meskipun sejumlah ulama membolehkan penangguhannya jika ada satu halangan kepada hari lain, seperti hari keempat belas, hari kedua puluh satu, atau kapan saja mampu dilaksanakan.

Kalau pelaksanaan aqiqah dilakukan pada hari ketujuh, bagaimana cara penghitungan harinya? Jumhur berpendapat bahwa saat kelahiran dimulai dari pagi hari, sehingga kalau anak lahir pada waktu malam, maka malam tersebut tidak dihitung dan baru dihitung dari pagi harinya.

Sementara, kalangan mazhab Maliki berpendapat bahwa hari kelahiran bayi dihitung dari waktu fajar. Kalau ia lahir sebelum atau bersamaan dengan fajar, maka sudah dihitung sebagai hari pertama. Tetapi jika lahir sesudah fajar, maka dihitung mulai fajar berikutnya. Apapun perhitungan yang dipakai selama dalam koridor untuk mengikuti sunnah Nabi saw maka insyaAllah diterima oleh Allah Swt.


# NIKMAT AQIQAH # Profesional Sesuai Syari'ah
Jl Harvard No 8 Simogunung Surabaya 60255
Kantor : 031.5666.466
Hotline : 031.725.11.000
SMS : 081.330.526.902

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat