Senin, 01 Agustus 2011

Inilah Fakta seputar Mitos Negatif Daging Kambing

aqiqah kambing oven surabaya
Kita semua pasti sepakat, bahwa di Bulan Ramadhan ini, tingkat konsumsi daging akan melonjak tinggi. Bagi mereka yang berusia 40 tahun keatas, daging kambing bisa menjadi momok yang menakutkan. Sebab daging kambing dapat mengakibatkan berbagai penyakit. Mulai dari stroke, darah tinggi, obesitas dan sebagainya adalah beberapa “penyakit bawaan” daging kambing. Benarkah demikian ? Mitos apalagi yang identik dengan hewan piaraan para nabi ini ?

Sebetulnya ada kesalahan informasi di masyarakat kita dalam menyikapi daging kambing. Menurut dr Arif Basuki, Sp An, dokter spesialis RS Haji Surabaya dan ketua BSMI cabang Surabaya, timbulnya stroke tidak bisa digebyah uyah karena mengkonsumsi daging kambing (-apalagi daging kambing aqiqah- , Red.)

Semua makanan halal itu tidak akan akan menjadi masalah jika orang yang bersangkutan sehat wal afiat. Menjadi penyakit tatkala, pada saat mengkonsumsi daging kambing aqiqah, yang bersangkutan dalam kondisi tidak fit dan memprihatinkan. Jika dipaksakan mengkonsumsi maka penyakit yang dikhawatirkan tersebut bakal muncul. Orang yang sedang tidak fit tadi ibarat sedang berada di tepi jurang. Jika ia nekad mengkonsumsi daging kambing, sangat mungkin tersungkur ke dalam jurang penyakit, collapse. Itulah yang disebut faktor resiko.

Faktor resiko ini berbeda pada masing-masing orang. Tapi pada umumnya, usia 40 tahun keatas adalah masa-masa beresiko. Pada usia 40 tahun, kinerja tubuh ini semakin tinggi diselingi dengan aktivitas yang padat. Jadi sebetulnya bukan pada kambingnya karena justru banyak nutrisi yang terkandung dalam daging kambing.

Bahkan di belahan bumi ini, daging kambing menjadi makanan pokok, seperti ayam atau telur. Kandungan lemak pada kambing justru tidak terletak pada daging melainkan pada bagian yang orang jawa menyebutnya gajeh. Jika kita hanya mengkonsumsi dagingnya, asal tidak berlebihan, Insya Allah tidak ada masalah.

Bagi mereka yang berkecenderungan hipertensi atau kolesterol, daging kambing dan daging-daging lain dari jenis daging merah menduduki tempat keempat sebagai makan yang berkadar kolesterol tinggi. Sedangkan makanan yang paling tinggi kadar kolesterolnya adalah otak, kemudian jeroan, kulit dan terakhir baru daging.
(Disarikan dari Majalah LMI)

# NIKMAT AQIQAH #Profesional Sesuai Syari'ah
Jl Harvard No 8 Simogunung Surabaya 60255.
Kantor : 031.5666.466;
Hotline : 031.725.11.000;
SMS : 081.330.526.902

1 komentar:

  1. very nice article, i like it, i hope we can make a relationship, thanks. assalamu'alaikum

    BalasHapus

Jadwal Shalat