Sabtu, 21 Desember 2013

5 CARA EFEKTIF MENGASAH JIWA KEPEMIMPINAN ANAK

 5 CARA EFEKTIF MENGASAH JIWA KEPEMIMPINAN ANAK

Kelak dalam keidupan anak, jiwa kepemimpinan anak menjadi salah satu penentu keberhasilannya, Mengasahnya sejak dini sama halnya menyiapkan bekal bagi meraih kesuksesan.

Kemampuan untuk memimpin dengan baik tak hanya dibutuhkan politisi, pejabat negara, atau pemimpin perusahaan. Setiap orang perlu memiliki kemampuan ini untuk menjalani kehidupannya, bahkan dalam membina rumah tangga. Paling tidak, saat buah hati kita tumbuh dewasa, mereka akan menjadi orangtua yang harus memimpin anak-anaknya. Mental kepemimpinan yang terasah dengan baik sejak dini, menjadi modal untuk mereka. Menjadi apa pun nantinya, mereka akan jadi pemimpin yang baik.


Setiap anak memang unik. Stimulasi kepemimpinan yang diberikan kepada anak-anak dalam satu keluarga misalnya kepada adik dan kakak, bisa saja memperlihatkan hasil yang berbeda. Anak yang sehat dan atletis, dengan stimulasi yang diberikan, bisa tumbuh berkembang jadi pemimpin yang cekatan dan ideal. Sementara anak yang sakit-sakitan tentu saja tetap bisa jadi pemimpin yang mungkin lebih bisa berempati pada penderitaan orang lain.


Bila potensi kepemimpinan ini diasah dengan baik sejak dini, paling tidak saat usia SD, anak akan terlihat dominan dalam pergaulan di antara teman-temannya. Bahkan, dia acap dipilih sebagai ketua kelas. Kalau terus dibina, bukan tak mungkin anak akan menjadi sosok pemimpin yang baik di masa depan.


Stimulasi Mengasah Kemampuan Memimpin,

Banyak stimulasi yang mesti diberikan kepada anak-anak sebagai calon pemimpin, di antaranya:
 

1. Tumbuhkan kemampuan berkomunikasi yang sifatnya dua arah, yaitu sebagai pembicara dan pendengar. Pemimpin yang baik bukan hanya mampu memberi arahan dan perintah, namun juga mampu mendengarkan orang yang dipimpinnya. 


2. Beri kesempatan pada anak untuk bicara akan menambah kosakatanya sehingga mereka lebih mudah mengekspresikan diri dengan kata-kata. Sesekali latih juga anak untuk bercerita atau berpidato dengan suara keras di tengah keluarga agar mereka terbiasa berbicara di depan banyak orang. Kemampuan ini juga dapat meningkatkan kepercayaan mereka.


3. Biasakan anak bergaul sekaligus mengikuti aturan. Berbagai permainan yang dilakukan anak-anak, dalam bentuk sederhana sekalipun, pasti memiliki aturan yang harus diikuti. Biarkan anak bermain bersama teman-temannya sehingga ia terbiasa untuk berpartisipasi dalam lingkungannya dan sesekali ikut memberi aturan pada permainan yang mereka lakukan.


4. Latih rasa tanggung jawab anak, misalnya dengan bermain peran. Anak-anak perempuan yang bermain boneka menganggap boneka itu adalah anaknya. Dengan begitu, mereka jadi berpikir apa yang harus mereka lakukan bila “si anak” sakit, tidak mau mandi, dan sebagainya. Alangkah baiknya bila orangtua juga ikut serta, mengawasi atau mengarahkan permainan agar anak bisa belajar mengambil keputusan yang baik serta dengan penuh tanggung jawab. Sedangkan untuk anak laki-laki, permainan peran ini tentu bisa disesuaikan, seperti bermain dokter-dokteran atau bengkel-bengkelan.


5. Tak kalah penting, orangtua juga harus menanamkan norma-norma agama, juga nilai-nilai tentang mana yang benar dan mana yang salah. “Sehingga saat anak memutuskan sesuatu, ia akan memberi keputusan berdasarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku. Itu hal mendasar. Ketika pemimpin tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, tentu akan jadi masalah besar,” kata pria yang hobi membaca dan fotografi ini.


Untuk menambah wawasan anak tentang kepemimpinan, berikan juga bahan bacaan yang mengulas soal kepemimpinan. Cari bacaan yang dikemas dengan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti anak. Tokoh-tokoh luar biasa dan kisah-kisah heroik dapat menjadi inspirasi bagi anak untuk meneladani kepemimpinan mereka.

NIKMAT AQIQAH - Jasa Aqiqah Ternikmat di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Jabodetabek Kantor : 031.5666.466 / HOTLINE : 031.7251.1000 Mobile : 0813.3052.6902 BB : 28F1.93B1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat