Jumat, 28 Februari 2014

Bunda...Bantu Buah Hati Kita Mandiri Sejak Dini



Tumbuhkan Kemandirian Balita Sejak Dini



Tak dipungkiri banyak orangtua yang cenderung terlalu takut dalam menjaga anak, sehingga anak terlalu dilindungi. Padahal, ketika orangtua terlalu melindungi anak dengan banyak melarang anak melakukan berbagai hal, dapat memberikan dampak buruk bagi psikologisnya.

Ambil contoh ketika anak ingin mencoba atau belajar untuk menaiki atau memanjat, ataupun sedang mencoba menciptakan sesuatu yang baru dengan barang-barang milik orang tua, maka orang tua tidak boleh serta-merta melarangnya.
"Anak yang terlampau dilindungi, dan dijaga, rasa percaya dirinya kurang bertumbuh. Anak jadi serba takut melakukan ini-itu yang baru.

Padahal, anak perlu mengeksplorasi sekujur lingkungannya. Perlu selalu mencoba hal-hal, kegiatan, atau suasana yang baru tanpa merasa diri terkungkung, atau terlalu diawasi," jelas Dr. Handrawan Nadesul, dalam bukunya "Membesarkan Bayi Menjadi Anak Pintar". 

Seorang anak yang selalu dikekang sewaktu kecil, selalu diatur, bagaimanakah perkembangannya ketika besar nanti?? Seorang ibu yang selalu berkata, "Nak, jangan main di situ, kotor lho!" atau sering pula kita mendengar perkataan seperti ini, "Sini biar ibu suapin, nanti kalau kamu makan sendiri malah belepotan".


Meskipun hal di atas merupakan sesuatu yang sederhana, namun ada dampak yang akan ditimbulkan nantinya. Anak tersebut ketika dewasa akan sulit sekali untuk bisa berkembang. Keraguan akan selalu menyertai di setiap kesempatan.


Nah, daripada orang tua melarang anak mengeksplorasi diri dan lingkungannya, lebih baik meningkatkan kemampuannya, dan membiarkan si kecil lebih bebas berekspresi sehingga nantinya anak tumbuh secara positif, alangkah baiknya jika orang tua:

1.Membiarkan anak melakukan aktivitas bermainnya.

2.Mengawasi aktivitas anak tanpa ikut campur. Artinya, tugas orang tua adalah mengawasi anak-anaknya dari aktivitas yang membahayakan atau menjauhkan anak dari hal-hal yang membuatnya terancam.

 3. Sebaiknya memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak. Misalnya, menyediakan ruangan khusus untuk bermain dan menyimpan maniannya. Dengan menyediakan ruangan khusus seperti ini, orang tua lebih mudah mengawasi dan mengontrolnya. Sementara, anak tetap punya kesempatan untuk bermain.

 4. Hindari sikap protektif yang berlebihan terhadap anak. Sebab, tindakan ini berdampak sangat buruk terhadap perkembangan psikologinya. Jika pun ada tindakan atau aktivitas anak yang benar-benar berbahaya, daripada melarangnya, baik dengan kata-kata atau tindakan, lebih baik orang tua berusaha untuk mengalihkannya.

5.Jika si anak melakukan kesalahan, hendaknya pula orang tua tidak langsung memarahinya apalagi menghukumnya. Jika orang tua melakukan hal itu maka sama artinya orang tua telah memasung kreativitas dan kecerdasan anak. Kemudian anak akan merasa bersalah, tidak dihargai, dan kalau itu terjadi maka dorongan untuk melakukan aktivitas yang kreatif akan menurun.

Sangat bijak jika orang tua menciptakan kondisi lingkungan yang aman pada anak, karena kondisi anak pada dasarnya selalu ingin tahu, sehingga jangan menaruh anak di dekat benda-benda yang beresiko, seperti dekat kompor, sumur, dan terpenting orang tua harus selalu mengawasi si anak tersebut.


NIKMAT AQIQAH - Jasa Aqiqah Ternikmat di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Jabodetabek Kantor : 031.5666.466 / HOTLINE : 031.7251.1000 Mobile : 0813.3052.6902 BB : 28F1.93B1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat