Jumat, 27 Juni 2014

Wow ... Ternyata 99,9 % Anak Senang Bermain Dengan Ayah




Sebuah penelitian The United Nations Children’s Fund (UNICEF) yang menemukan fakta sebesar 99,9 persen anak di dunia lebih senang bermain bersama Ayahnya. Fakta itu diungkapkan oleh psikolog, Eri Soekresno dalam talkshow yang diadakan “Qur’anic Generation” (Q-Gen), “Ngaku Gaul? Follback To Qur’an!”
 
Jangan salah, anak-anak lebih senang bermain sama Ayahnya. Karena seorang Ayah bisa menggendong anak dengan berbagai gaya. Ada yang di bahu, ada yang bisa pegang dua kaki dengan posisi kepala di bawah. Ada yang bisa guling-gulingan.

Berbeda dengan kaum hawa. Perempuan cenderung memiliki emosi yang kurang stabil. Mulai dari masa menstruasi, hamil, melahirkan, dan apalagi ketika masa sebelum menopause. 

Begitu luar biasa peran seorang ayah. Sedikit bercerita pengalaman masa kecilnya, Eri teringat pada ayahnya. Setiap Eri meminta sesuatu, ayahnya selalu mencatatnya di sebuah buku harian. Sampai beranjak remaja, Eri akhirnya punya kebiasaan itu.

Awalnya heran juga. Tapi belakangan Ia menyadari bahwa itulah cara sang ayah mengajarkannya bersabar dan berserah diri pada Allah. Pada keempat anaknya, ia menerapkan hal yang sama. Berbagai permintaan itu, kata Eri, mereka tulis dan doakan bersama dengan harapan keridhaan Allah.

Eri juga bercerita, masa remajanya dihabiskan untuk bereksplorasi dengan mengurusi peternakan ayam dan bebek. Sang ayah yang berprofesi dokter mengajarinya berternak dan cara menjual hasilnya. Kemandirian itu akhirnya tertanam dalam diri perempuan berusia 61 tahun itu.

Efek dari minimnya peran ayah terjadi pada salah seorang murid di sekolah yang didirikan Eri. Ada seorang murid kelas 1 SD yang belum bisa membaca. Semua guru dan psikolog ditempatnya dikerahkan untuk mengajarkan huruf demi huruf. Namun, semua berakhir tanpa hasil.

Akhirnya Eri meminta Ayah anak tersebut untuk datang ke kelas dan membacakan cerita. Ajaib, ternyata tidak lama kemudian anak itu bisa membaca. Anak itu termotivasi membaca karena Ia ingin juga balik menceritakan ayahnya sebuah dongeng.

Hal itu, imbuh Eri sekaligus membuktikan bahwa seorang ayah adalah pendongeng yang sangat dinanti anak-anaknya. Ia bisa lebih ekspresif dan heroik dalam menggambarkan tokoh cerita. 

Nah Ayah, masihkah adakah yang mengatakan tugas mendidik anak hanya tugas seorang ibu saja ? Yuk Berbagi peran sebelum terlambat. 



NIKMAT AQIQAH - Jasa Aqiqah Ternikmat di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Jabodetabek Kantor : 031.5666.466 / HOTLINE : 031.7251.1000 Mobile : 0813.3052.6902 BB : 7C9D. A3F6

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat