Selasa, 13 Desember 2016

GAWAT ! ... Aqiqah Anak Saya Disembelih oleh Non-Muslim -Kisah Nyata-


Aqiqah Anak Saya Disembelih oleh Non-Muslim -Kisah Nyata-






Assalamualaikum wr.wb
Ustadz, bagaimana hukum aqiqah jika hewan disembelih oleh non muslim..tanpa sepengetahuan orangtua anak yg di-aqiqah? 

Pada tahun 2008 lahir anak laki-laki saya yg pertama.. kami mengaqiqahkan 2 ekor kambing. Penyembelih kambing pada waktu itu orang yg di tuakan di keluarga kami, yaitu suami dr bibi saya 
(Pada waktu itu keluarga kami mengetahui bahwa  dia seorang muslim)

Tapi pd thn 2014 ini, bibi saya bercerai dgn suaminya karena ternyata selama ini suaminya telah berbohong, dimana sebetulnya Dia non muslim. 
Kami sangat terpukul karena selama ini dia membohongi keluarga besar kami bahwa dia muslim.
Bagaimana hukumnya aqiqah bagi anak kami.. setelah 6thn kemudian baru kami ketahui bahwa yg menyembelih kambingnya adalah seorang non muslim?
Apakah 'SAH'? 
Atau kami harus mengaqiqah kan laki anak kami lagi? 
Terima kasih...
Wassalamualaikum wrwb.
-------
Jawaban :
Assalamu alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbih ajmain. Amma ba’du
Pertama-tama, perlu diketahui bahwa akikah disyariatkan untuk anak yang baru lahir. Akikah tersebut dilakukan untuk mensyukuri nikmat kelahiran anak; di samping untuk berbagai manfaat yang lain.
Kedua, jika penyembelihan akikah itu tidak bisa dilakukan oleh orang tua si anak, maka boleh diwakilkan kepada orang lain, entah kerabat atau bukan. Dalam riwayat an-Nasai disebutkan bahwa Nabi saw melakukan akikah untuk Hasan dan Husein yang merupakan cucu beliau, padahal sang ayah (Ali ra) masih hidup.
Ketiga, tata cara penyembelihan akikah sama dengan qurban. Yakni dilakukan oleh seorang muslim. Apabila yang menyembelih adalah seorang non-muslim maka tetap sah selama termasuk ahlul kitab (yahudi atau nasrani). Hal ini merujuk pada hukum sembelihan ahlul kitab secara umum di mana Allah befirman, “Makanan (sembelihan) ahlul kitab halal bagi kalian dan makanan kalian juga halal bagi mereka.” (QS al-Maidah: 5).
Ibn Katsir menyebutkan, “Ketika Allah menyebutkan sejumlah hal buruk yang diharamkan atas hamba-Nya yang beriman serta hal-hal baik yang dihalalkan untuk mereka, Dia kemudian befirman, “Hari ini Kuhalalkan untuk kalian yang baik-baik.” Setelah itu Allah menyebutkan hukum sembelihan ahlul kitab (yahudi dan nasrani) dengan berkata, “Makanan (sembelihan) ahlul kitab halal bagi kalian dan makanan kalian juga halal bagi mereka.” Ini menunjukkan bahwa makanan (sembelihan) ahlul kitab halal.
Dengan demikian, selama yang menyembelihkan akikah untuk anak Anda adalah seorang ahlul kitab (nasrani atau yahudi; bukan atheis, paganis, dst), maka sembelihannya sah terkecuali Anda mengetahui bahwa ia menyebut nama selain Allah di saat menyembelih.
Wallahu a’lam
Wassalamu alaikum wr.wb.
NIKMAT AQIQAH - Jasa Aqiqah Terbaik di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Sekitarnya. HOTLINE : 0851.0151.1000 / 0813.3311.8180 MOBILE / WA : 0813.3052.6902 BB : 597D.62CA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Shalat